Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Sebuah kebanggaan bagiku bisa bertemu dgn para orang sukses dan mendapat banyak sekali pelajaran, inspirasi dan motivasi dari apa yang disampaikan oleh para narasumber, mulai dari latar belakang kehidupannya, kisah kesuksesannya dan kiat-kiat jitu untuk meraihnya. Selain itu juga, kami mendapat pencerahan yang mengguggah kami untuk sangat waspada akan bahaya penyalahgunaan narkoba dan menyatakan untuk memeranginya. Acara yang disebut Kuliah Umum pada rangkaian acara Welweek 2016 ini atau tepat di hari ketiga Welweek tgl 3 September 2016 bertempat di Auditorium lantai 18 Menara 165 ini diawali dgn materi mengenai Technopreneurship dan Startup. Pada materi Technopreneurship ini, Pak Prasetyo yang merupakan seorang CEO Indigo menjadi narasumbernya. Technopreneurship merupakan cara untuk menjadi seorang Technopreneur. Technopreneur adalah sebuah bisnis dengan menggunakan teknologi. Beliau mengisahkan seseorang bernama Mumu yang memiliki masalah di mana dirinya sangat ketergantungan akan game dan fitur gadget lainnya. Ternyata di kemudian hari, beliau sukses dgn aplikasi bernama "Kakatu". Kakatu adalah aplikasi untuk menjadi security smartphone agar seseorang tidak menggunakan game dan lain sebagainya terlalu berlebihan. Untuk materi Startup, disampaikan oleh Andreas Sanjaya yang merupakan CEO iGrow. Startup adalah tindak eksekusi dari mimpi, ide dan inovasi. Beliau memiliki banyak sekali karya Startupnya seperti iGrow, LearnQur'an, dan lain sebagainya. iGrow merupakan sebuah aplikasi yang bergerak di bidang pertanian. Aplikasi ini bahkan sudah tersebar di berbagai negara di dunia. Begitupula dgn LearnQur'an, sebuah aplikasi yang mengajarkan pengguna bagaimana membaca dan memahami Al-Qur'an. Sama seperti halnya iGrow, LearnQur'an juga sangat diterima dan diapresiasi dunia.
Selanjutnya materi kedua berbicara tentang Wawasan Kebangsaan, oleh Bu Aniek Irawati. Beliau memaparkan,
1) Nilai dasar bangsa :
- Penghargaan harkat dan martabat makhluk ciptaan Allah
- Tekad bersama hidup berbangsa, bebas, merdeka, bersatu
- Cinta tanah air dan bangsa
- Demokrasi atau kedaulatan rakyat
- Kesetiakawanan sosial
- Masyarakat adil makmur
- Kesadaran bernegara, berbangsa dan bermasyarakat
- Bela negara
2) Nilai Kebangsaan (4 pilar) :
- Pancasila
- Bhinneka Tunggal Ika
- UUD 1945
- NKRI
3) Nilai Wawasan Kebangsaan
- Pengorbanan
- Kesejahteraane
- Kekeluargaan
Materi selanjutnya, materi ketiga, berbicara mengenai Waspada Bahaya Penyalahgunaan Narkoba oleh BNN atas nama Pak Dikdik. Beliau memaparkan kejadian nyata bahwa narkoba sangat membuat rusak bangsa ini. Individu - Lingkungan - Narkoba, merupakan unsur yang membuat seseorang akan menjadi pecandu narkoba apabila ketiganya saling mendukung untuk menjerumuskan. Seseorang yg telah menjadi pecandu narkoba hanya memiliki 3 pilihan yaitu rehabilitasi, penjara atau mati. Sungguh, kami berdo'a agar jangan sampai dihadapkan ke pilihan tersebut, artinya semoga kami semua beserta keluarga selamat dari bahaya Narkoba. Satu-satunya yang bisa mencegah dan mengobati yang sudah menjadi pecandu adalah Kasih Sayang. Untuk itu, maka memang seharusnya orangtua memberikan kasih sayang kepada anak, tidak hanya menjadi kewajiban, menurutku itu memang sebuah kebutuhan batin satu sama lain yang insya Allah akan membuat batin kita baik dan selamat dunia akhirat. Aamiin
Selanjutnya materi terakhir di acara tersebut berjudul Berpikir Rasional, Karya Ilmiah dan Budaya Akademik yang disampaikan oleh Bapak Riri Satria yang merupakan Dosen Universitas Indonesia. Beliau berkata bahwa Berpikir Rasional adalah berpikir yang menggunakan Teori, Data dan Analisis. Beliau juga menjelaskan bahwa Penalaran Keilmuan adalah kondisi di mana Data dan Fakta dapat dipertanggungjawabkan dan dijelaskan polanya. Selain itu, beliau juga memaparkan mengenai Karya Ilmiah yang merupakan Karya melalui proses Penalaran Keilmuan dan menghasilkan Teori, Konsep dan Solusi. Sedangkan Karya Seni merupakan Karya melalui proses Kontemplasi Batiniah dgn unsur Estetika. Terkadang, Karya Seni juga membutuhkan Analisis Ilmiah. Hasil karya ini adalah Respon Perasaan. Sesi terakhir, beliau memaparkan 10 kebiasaan positif yang menumbuhkan budaya Akademik :
1) Tumbuhkan rasa ingin tahu
2) Membaca
3) Dengarkan orang-orang berkualitas
4) Berdiskusi
5) Jangan takut berpendapat, asal kuat alasannya
6) Jangan berpikir sempit, terbukalah dengan berbagai perbedaan pendapat
7) Kreatif dan Inovatif
8) Gunakan Teknologi dengan bijak
9) Saling berbagi pengetahuan, dan itu merupakan proses membentuk learning society
10) Selalu BERDO'A
Sungguh aku sangat bersyukur bahwa Allah memberikanku momen yang sangat luar biasa untuk dipertemukan dengan beliau beliau para orang hebat dan mendapat banyak sekali pelajaran, inspirasi dan motivasi. Semoga semuanya sangat bermanfaat untuk kami semua dan menjadi berkah untuk para narasumber juga kami semua. Barakallah.. Alhamdulillahirabbil'alamin
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar